Dari Pura Desa hingga Harmoni Desa, Danramil Ubud Dukung Estafet Kepemimpinan Adat Kutuh

 

Gianyar — Ubud, Kamis (2/4/2026)

Nuansa khidmat dan penuh wibawa mewarnai pelaksanaan Upacara Pamikukuh miwah Pajaya-Jaya Prajuru Desa Adat Kutuh periode 2026–2031 yang digelar di Wantilan Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kutuh, Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam keberlanjutan kepemimpinan adat sekaligus memperkuat tatanan kehidupan masyarakat berbasis kearifan lokal.

 

Danramil 1616-02/Ubud Mayor Inf I Gede Astawa hadir langsung bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Ubud dalam kegiatan tersebut, menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah, dan lembaga adat dalam menjaga stabilitas serta keharmonisan wilayah.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ubud Dewa Gde Pariyatna, S.STP., Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., perwakilan MDA Kabupaten Gianyar, MDA Alitan Kecamatan Ubud, Perbekel Petulu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Petulu, Bendesa Adat se-Desa Petulu, serta tokoh masyarakat dan warga Desa Adat Kutuh.

 

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan panitia, hingga pembacaan kutipan SK Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Prosesi dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru Desa Adat Kutuh oleh MDA Kabupaten Gianyar, penandatanganan serta serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru.

 

Adapun susunan pengurus Desa Adat Kutuh periode 2026–2031 dipimpin oleh Bendesa Adat I Ketut Rai Yasa, didampingi Wakil Bendesa I Made Sunarta, S.H., M.H., Sekretaris I Wayan Sudiarta, S.H., Bendahara I Made Sunarta, serta jajaran staf lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Danramil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Kehadiran Danramil tidak hanya sebagai undangan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, budaya, serta penguatan kelembagaan desa adat sebagai pilar penting dalam kehidupan masyarakat Bali.

 

Melalui momentum ini, diharapkan sinergitas antara aparat kewilayahan, pemerintah, dan desa adat semakin kokoh dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah dinamika perkembangan zaman.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Komentar